Potensi Pengadaan Tanah Berbasis Kebencanaan di Kota Palu

Authors

  • Mokhamad Usman Rakhmawan
  • Sutaryono Sutaryono
  • Setiowati Setiowati

DOI:

https://doi.org/10.31292/jta.v2i3.41

Abstract

Berdasarkan hasil studi dari tim revisi peta gempa Indonesia (dalam Irsyam, M, dkk, 2010) struktur geologi aktif yang melewati Kota Palu adalah berupa PKF (Palu Koro Fault) dan MF (Matano Fault) keduanya merupakan sesar aktif yang banyak dijumpai disekitar lembah Palu. Rentetan bencana yang terjadi pada tanggal 28 September 2018 disebabkan adanya pergerakan tektonik pada Patahan Palu  Korro. Oleh sebab itu Kota Palu diharuskan memiliki tindakan mitigasi bencana. Setelah adanya zonasi ruang rawan bencana di Kota Palu dan sekitarnya yang membagi Kota Palu menjadi 4 Zonasi yaitu ZRB 4, ZRB 3, ZRB 2 dan ZRB 1. Kemudian adanya Penetapan Lokasi Pengadaan Tanah yang direncanakan untuk dibangun hunian tetap untuk korban bencana yang bertampalan dengan ZRB 3, dimana dalam zonasi ini ada larangan untuk membangun hunian baru diatasnya serta ada yang bertampalan dengan hak kepemilikan masyarakat. Sehingga perlu adanya tindakan mitigasi bencana berupa Peta Potensi Pengadaan Tanah Berbasis Kebencanaan. Dalam peta ini memberikan informasi lokasi-lokasi yang berada diluar ZRB 4 dan ZRB 3 serta tidak bertampalan dengan Hak Kepemilikan Masyarakat.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Mokhamad Usman Rakhmawan

Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional

Sutaryono Sutaryono

Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional

Setiowati Setiowati

Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional

References

Arief, S 2008, ‘Analisis kestabilan lereng dengan metode irisan’, diposting pada 15
Desember 2011, dilihat pada 1 Maret 2019.
https://id.scribd.com/doc/75742926/Analisis-Kestabilan-Lereng-Dengan-Metode
Irisan
Anonim, 2018, ‘likuifaksi (pencairan tanah) : penyebab-dampak-proses’ diposting pada 11
oktober 2018, dilihat pada 11 februari 2019, https://ilmugeografi.com/ilmu-
bumi/tanah/likuifaksi
Badan Nasional Penanggulangan Bencana 2018, Kerugian Akibat Gempa Palu Mencapai 18,4
Trilliun, diposting pada 28 Oktober 2018, dilihat pada 10 Februari 2019,
https://www.cnnindonesia.com
Berke, P & Smith, G 2010, Hazard Mitigation, planning and disaster resiliency: Challenges and
Strategic choice for the 21 century.In : Frau (ed) Sustainable Development and Disaster
Resiliency. Amsterdam, The Netherland: IOP Press, pp 1-23.
Bronen, R 2015, ’Climate-induced community relocations using integrated social
ecological assessment to foster adaptation and resilience’, Ecology and Society, Vol.
20 No. 3, Resilience Alliance Inc, https://www.jstor.org/stable/26270247
Chinnapancharoenkalunyuta 2011, ’Land Tenure In Disaster Risk Management : Case Of
Flooding In Nepal’, Tesis Fakultas Ilmu Geo-Informasi dan Pengamatan Bumi,
Universitas Twente.
Creswell, JW 2010, Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif dan Mixed, Pustaka
Pelajar, Yogyakarta.
Fillah, Azmi S 2017, ‘Program Penanggulangan Bencana Oleh Disaster Management
Center (DMC), Dompet Dhuafa, vol. 3, no. 2, hlm: 155 – 291, dilihat pada 13 Februari
2019.
Guardian, 2018, ’Pendapat 3 Pakar Bencana Internasional tentang Bencana Alam di
Sulteng’, dilihat pada 11 Februari 2019, https://www.kompasiana.com/1b3las
mk/5bb76070677ffb6881343165/pendapat-3-pakar-bencana-internasional-tentang
bencana-alam-di-sulteng-penyebab-korban-daya-rusak-dan-prediksi?page=all.
International Strategy for Disaster Reduction (ISDR) 2009, ‘Terminology on Disaster Risk
Reduction’, United Nations International Str

Downloads

Published

2019-09-03

How to Cite

Rakhmawan, M. U., Sutaryono, S., & Setiowati, S. (2019). Potensi Pengadaan Tanah Berbasis Kebencanaan di Kota Palu. Tunas Agraria, 2(3), 106–123. https://doi.org/10.31292/jta.v2i3.41

Most read articles by the same author(s)