Pemanfaatan Receiver Gnss Berbiaya Rendah “Expandable-Gnss” dengan Metode Post-Processing Kinematic dalam Pengukuran Kadastral

Authors

  • Rizka Dita Samsudin Al Chodiq SEKOLAH TINGGI PERTANAHAN NASIONAL
  • Tanjung Nugroho SEKOLAH TINGGI PERTANAHAN NASIONAL
  • Bambang Suyudi SEKOLAH TINGGI PERTANAHAN NASIONAL

DOI:

https://doi.org/10.31292/jta.v1i1.9

Abstract

Abstract: Utilization of GNSS receiver by RTK method is expected to accelerate the land parcels measurement in the Ministry of Agrarian Affairs and Spatial Planning/National Land Agency. However, due to the expensive price, the number of current GNSS receivers is not yet comparable with the existing targets and work loads. Utilization of low-cost GNSS receiver can be a solution to the situation. One of the low-cost GNSS receivers is Expandable-GNSS (E-GNSS). The limitation of RTK method, related to the dependence of data communication during observation can be solved by the Post-Processing Kinematic (PPK) method. This research aims to test the accuracy of observations using E-GNSS with PPK method. The comparator in this research is the result of observation using GNSS receiver with static method. Data were analyzed by comparing the differences of coordinates between the three sample groups based on the baseline length classification, and also compared the coordinate differences between the two methods and the tolerance test based on the provisions of the PMNA / KBPN Technical Guidelines Number 3 of 1997. Based on the analysis indicates an increase in coordinate difference proportional to the length of the baseline. Statistical analysis also shows that there are significant differences between the coordinates of both methods, but still meet the fault tolerance point of 0.250 m. The length of the measured land parcels also meets the tolerance based on the provisions of the PMNA / KBPN Technical Guidelines Number 3 of 1997.Keywords: Cadastral, Low-Cost GNSS Receiver, Post-Processing Kinematic Intisari: Pemanfaatan receiver GNSS dengan metode RTK diharapkan dapat mempercepat kegiatan pengukuran bidang tanah di Kementerian ATR/BPN. Akan tetapi, karena harga receiver GNSS yang relatif mahal menyebabkan jumlahnya belum sebanding dengan target dan beban pekerjaan yang ada. Pemanfaatan receiver GNSS berbiaya rendah dapat menjadi solusi keadaan tersebut. Salah satu receiver GNSS berbiaya rendah adalah Expandable-GNSS (E-GNSS). Sedangkan keterbatasan metode RTK, terkait ketergantungan akan komunikasi data selama pengamatan dapat di atasi dengan penggunaan metode Post-Processing Kinematic (PPK). Pada penelitian ini, dilakukan pengujian ketelitian hasil pengamatan menggunakan E-GNSS dengan metode PPK. Sebagai pembanding dalam penelitian ini adalah hasil pengamatan menggunakan receiver GNSS dengan metode statik. Analisis dilakukan dengan membandingkan perbedaan koordinat kedua metode antar kelompok sampel berdasarkan klasifikasi panjang baseline, selain itu juga dibandingkan perbedaan koordinat hasil pengamatan antara kedua metode serta uji toleransi berdasarkan ketentuan pada Petunjuk Teknis PMNA/KBPN Nomor 3 Tahun 1997. Berdasarkan analisis hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan perbedaan koordinat sebanding dengan semakin panjang baseline. Analisis statistik juga menunjukkan terdapat perbedaan signifikan koordinat yang dihasilkan kedua metode, akan tetapi masih memenuhi toleransi kesalahan titik sebesar 0,250 m. Panjang sisi bidang tanah hasil pengukuran juga memenuhi toleransi berdasarkan ketentuan Petunjuk Teknis PMNA/KBPN Nomor 3 Tahun 1997.Kata kunci: Kadastral, Receiver GNSS Berbiaya Rendah, Post-Processing Kinematic

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abidin, H. Z., 2007. Penentuan Posisi dengan GPS dan Aplikasinya: Cetakan ketiga. Jakarta: Pradnya Paramita.
Atunggal, D., Ausi, N. H., Ma'ruf, B. & Rokhmana, C. A., 2017. Application of Low Cost RTK GPS Module for Precise Geotagging using Smartphone. Jakarta, s.n., pp. 89-92.
Badan Standardisasi Nasional, 2002. Standar Nasional Indonesia: Jaring Kontrol Horizontal. s.l.:s.n.
Bramanto, B. et al., 2016. On the Performance of a Single-Frequency Low-Cost GPS. Prosiding Seminar Nasional 3rd CGISE dan FIT ISI 2016, pp. 139-143.
Irianto, A., 2010. Statistik: Konsep Dasar, Aplikasi dan Pengembangannya. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Langley, R. B., 1998. RTK GPS. GPS World September 1998, pp. 70-76.
Madena, A. Y., Sabri, L. M. & Yuwono, B. D., 2014. Verifikasi Koordinat Titik Dasar Teknik Orde 3 dengan Pengukuran GNSS Real Time Kinematic Menggunakan Stasiun CORS Geodesi UNDIP di Kota Semarang. Jurnal Geodesi Undip Volume 3 Nomor 1.
Odolinski, R. & Teunissen, P. J. G., 2017. Low-Cost, High-Precision, Single-Frequency GPS-BDS RTK Positioning. GPS Solutions 21 (3), pp. 1315-1330.
potretudara.com, 2017. Low-Cost GPS-GIS. [Online] Available at: https:// www.potretudara.com/low-cost-gps-gis/
Surakhman, A., 2017. Komparasi Kualitas Hasil Pengukuran Antara Receiver GNSS Low Cost BAP Precision S852 Dan Receiver GNSS Tipe Geodetik Leica GS08 dalam Variasi Kondisi di Lapangan. s.l.:Universitas Gadjah Mada.
Weston, N. D. & Schwieger, V., 2010. Cost Effective GNSS Positioning Techniques, Copenhagen: The International Federation of Surveyors (FIG).

Downloads

Published

2018-08-20

How to Cite

Chodiq, R. D. S. A., Nugroho, T., & Suyudi, B. (2018). Pemanfaatan Receiver Gnss Berbiaya Rendah “Expandable-Gnss” dengan Metode Post-Processing Kinematic dalam Pengukuran Kadastral. Tunas Agraria, 1(1). https://doi.org/10.31292/jta.v1i1.9

Most read articles by the same author(s)